MISTERI! Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW, Sebagai Seorang Pedagang Sukses

Mazanom.com Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW, Sebagai Seorang Pedagang Sukses. NABI MUHAMMAD telah melakukan transaksi-transaksi perdagangannya secara jujur, adil dan tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau kecewa contoh dari 1001 kisah teladan nya. Ia selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan dengan standar kualitas sesuai permintaan pelanggan. Reputasinya sebagai pedagang yang benar-benar jujur telah tertanam dengan baik sejak muda.

BAGIAN 1 NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SEORANG PEDAGANG


Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW
la selalu memperlihatkan rasa tanggung jawabnya terhadap setiap transaksi yang dilakukan. Lebih dari itu, Muhammad juga meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam melakukan transaksi dagang secara adil. Kejujuran dan keterbukaan Muhammad dalam melakukan transaksi perdagangan merupakan teladan abadi bagi para pengusaha generasi selanjutnya. Ucapan-ucapan Muhammad berikut ini menjadi kaidah yang sangat berharga bagi para pekerja keras yang menjunjung tinggi kejujuran.

”Berusaha untuk mendapatkan penghasilan halal merupakan kewajiban, di samping sejumlah tugas lain yang telah diwajibkan” (Baihaqi). 

"Tidak ada satu pun makanan yang lebih baik dari pada yang di makan dari hasil keringat sendiri” (Bukhari). 

”Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya termasuk dalam golongan para nabi, orang-orang yang benar-benar tulus dan para syuhada” (Tarmizi, Darimi dan Daraqutni). 

”Segala sesuatu yang halal dan haram sudah jelas, tetapi di antara keduanya terdapat hal-hal yang samar dan tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barang siapa berhati-hati terhadap hal-hal yang meragukan, berarti telah menjaga agama dan kehormatan dirinya.

Tetapi, barang siapa mengikuti hal-hal yang meragukan berarti telah terjerumus pada yang haram, seperti seorang gembala yang menggembalakan binatangnya di sebuah ladang yang terlarang dan membiarkan binatang itu memakan rumput di situ. Setiap penguasa mempunyai peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar, dan Tuhan melarang segala sesuatu yang dinyatakan haram”
(Bukhari dan Muslim).

”Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu pernyataan" (Bukhari). 

PERNIAGAAN PADA MASA ARAB KUNO

Unta
Kehidupan perniagaan bangsa Arab merupakan fakta yang telah dikenal dalam sejarah. Mata pencarian penduduk di kawasan itu pada khususnya-dengan kondisi wilayah yang kering, padang pasir, penuh dengan bebatuan dan pegunungan tandus adalah berdagang. Kondisi sebagian besar tanah di wilayah Hijaz, khususnya di sekitar Makkah memang seperti itu; kering, berpasir, berbatu-batu dan langka air. Tidak ada hasil pertanian yang dapat dipetik di wilayah itu. AI-Qur'an menggambarkan situasi itu dalam doa Nabi Ibrahim:

”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku di lembah yang tandus di dekat Rumah Suci-Mu (Ka‘bah) ” (QS. 14: 37). 

Oleh karena itu, pengikut agama ini secara khusus memilih dan menempa diri mereka dalam bidang perdagangan. Kaum Quraisy, berdasarkan kepemimpinan mereka sebagai penjaga Ka‘bah, memiliki peluang besar dan kemudahan dalam bidang perdagangan.

Secara umum, kehidupan politik bangsa Arab sangat tidak pasti . Kehidupan kesukuan yang mandiri merupakan cara hidup yang normal. Tidak adanya kekuatan … telah mendorong setiap suku untuk tanggung jawab menjaga keselamatannya sendiri. Oleh karenanya, tidak ada jaminan akan perdamaian dan keamanan di Wilayah Meskipun demikian, kaum Quraisy dengan otoritas sebagai penjaga Ka'bah… sangat leluasa dan aman untuk melakukan perjalanan dagang (kafilah-kafilah) di seluruh. kawasan ini.

Hampir seluruh suku, dalam rute perdagangan menuju Syiria, Yaman dan Bahrain, menghormati dan menghargai khafilah-kafilah kaum Quraisy. Lagi pula, kapan pun mereka membutuhkan, mereka dapa dengan mudah memperoleh izin singgah dari suku-suku tetangga yang berkuasa di sepanjang rute perdagangan ini.

Mereka tidak hanya memperoleh fasilitas semacam itu dari suku-suku Arab lain, lebih dari itu mereka juga memperoleh sejumlah fasilitas dagang dan jaminan keamanan. Keterangan rinci tentang dokumen-dokumen perdagangan dan keamanan serta surat-surat ijin singgah ini dapat dijumpai dalam buku-buku hasil karya para penulis Arab.' Seorang sejarawan terkenal’ berkebangsaan Abbasia menyebutkan tentang persetujuan perniagaan dengan para penguasa kerajaan tetangga daIam ungkapan seperti ini:

Saudagar Arab
”Tidak diragukan lagi, kaum Quraisy merupakan suku Arab yang paling berpengamh dan terhormat, suku dari mana Nabi saw sendiri berasal. Mereka menjadi penjaga Ka bah tempat suci bangsa Arab Di samping itu penguasaan mereka atas kota Makkah paling tidak memberikan tiga keuntungan sekaligus yaitu:

  • Pertama, pengaruh kuat atas suku suku lainnya. 
  • Kedua, posisi sentral yang memberikan kemudahan dalam perdagangan dan membangun relasi. Hal ini selain memberikan keuntungan sendiri, juga kehormatan pada mereka. 
  • Ketiga, wilayah Makkah-berdasarkan adat bangsa Arab yang bebas dari peperangan dan permusuhan pribadi menyebabkan posisi mereka terjamin, tidak ada rasa takut dan terhindar dari bahaya. 

Kehormatan dan keuntungan ini, diperoleh kaum Quraisy berdasarkan kedudukan mereka sebagai pemelihara Ka'bah. Mereka menerima itu dari Allah. Karena itu, bukankah tepat dan sudah semestinya jika mereka menyembah Allah yang benar dan Esa dan mendengarkan risalah-Nya tentang Keesaan dan Kekayaannya, yang dibawa oleh Nabi-Nya?

Peringatan terhadap kaum Quraisy akan anugerah Allah ini terdapat dalam al-Qur'an: 

”Karena kebiasaan orang-orang Quraisy mengadakan hubungan dagang pada musim dingin dan musim panas dengan aman. Maka seyogyanyalah mereka menyembah Allah yang memiliki rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (akan bahaya)”.


Ketika berkecamuk peperangan antar suku yang menimbulkan rasa saling permusuhan dan perasaan tidak aman, sepenuhnya mereka tetap menikmati keamanan dengan kehormatan dan wibawa, baik dalam maupun luar negeri. Kedudukan mereka sebagai pelayan dan pemelihara rumah Allah itulah yang memberikan kemudahan-kemudahan ini. Mereka dihormati sebagai pemimpin bangsa Arab ke wilayah manapun mereka pergi berdagang. Seluruh kehormatan, kemuliaan, kepemimpinan, bahkan keuntungan dan hasil dagang dan kekayaan mereka, merupakan akibat langsung dan kedudukan mereka sebagai pemelihara Ka'bah.

Status ini juga memungkinkan mereka memperoleh keuntungan dalam bidang perdagangan dan politik dari negara-negara tetangga. Keempat orang putera Abd Manaf, Hasyam, Abd Syam, Muttalib dan Naufal, berhasil mengantongi ijin perjalanan dan keamanan dagang yang disebut Aylaf (persetujuan) dari para penguasa negara-negara tetangga. Hasyam pergi ke Syiria dan memperoleh persetujuan dari penguasanya, Naufal memperolehnya dari penguasa Irak, Muttalib dari penguasa Yaman dan Abd Syam memperolehnya dari raja Ethiopia (Al-Muhabber, hal. 162).

Arab jaman now
Kaum Quraisy mengambil keuntungan penuh dari status mereka sebagai pemelihara Ka'bah. Mereka mengirim kafilah dagang ke seluruh negara tetangga. inilah yang membuat mereka kaya dan sangat berkuasa. Sebagaimana telah diisyaratkan dalam surat 104 di atas, mereka mengirim kafilah dagangnya ke daerah Utara (Syiria, Iran dan Irak) pada musim panas dan ke daerah Selatan (Yaman dan Ethiopia) pada musim dingin tanpa rasa takut akan bahaya.

Mereka mempunyai pengetahuan dagang yang sangat baik dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Usaha perdagangan dilakukan dalam berbagai bentuk. Aneka jenis organisasi usaha pun telah mereka dirikan. Shirkat (kerjasama) dalam berbagai tipe dijalankan, di mana para pemilik modal dapat secara langsung terlibat dalam perdagangan atau hanya menjadi pemodal, dan dengan cara demikian mereka ikut menikmati keuntungan dan menderita kerugian (mudlairabah). Bahkan, kaum wanita yang tidak berdaya, para janda dan anak anak yatim dapat berdagang melalui satu atau lain jenis kerjasama ini.


Khadijah adalah seorang janda kaya yang melakukan perdagangan mela|ui cara ini dengan orang orang yang berbeda. Nabi memulai karir dagangnya dengan dana Khadijah atas dasar kerja sama semacam ini. Hadrat Abbas, paman Nabi, mempunyai suatu usaha yang sangat besar dengan cara seperti ini. Biasanya ia meminjamkan uangnya pada orang orang untuk berdagang berdasarkan waktu tertentu. Usaha perdagangan kaum Quraisy saat itu berhasil baik dan mereka mengirimkan kafilah-kafilah dagang mereka ke berbagai pelosok dunia sepanjang tahun?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel