MISTERI" Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW Sebagai Seorang Pedagang Internasional Sukses

Mazanom.com - Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW, Sebagai Seorang Pedagang Internasional Sukses. Sebagaimana telah disebutkan, empat orang putera Abdul Manaf berhasil memperoleh ijin kunjungan dan jaminan keamanan dari para penguasa negara-negara tetangga Syiria, Irak, Yaman dan Ethiopia, dan mereka dapat membawa kafilah-kafilah ke berbagai bagian negara-negara ini tanpa rasa takut. Bagaimanapun, kakek-buyut Nabi, Hasyam itulah, orang teladan pertama yang menggagas perlunya partisipasi mereka dalam perdagangan internasional, yang berlangsung antara negara-negara di timur, Syiria dan Mesir, dengan mengatur rute melalui jazirah Arab.

Pedagang Arab


BAGIAN 2 KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL NABI MUHAMMAD SAW 


Selain itu, ia juga mempunyai gagasan untuk membeli barang-barang kebutuhan bangsa Arab yang dapat dijual kembali pada suku-suku Arab dalam perjalanan pulang. Realitas ini juga meningkatkan reputasi kota Makkah sebagai pusat perniagaan yang akan menarik perhatian para pedagang dan saudagar kaya dari dalam negeri.

Ini terjadi ketika kerajaan Persia memiliki kekuasaan yang mapan atas perdagangan internasional yang berlangsung di antara negara-negara Timur dan Kerajaan Romawi melalui rute yang membentang di wilayah-wilayah Utara Arab dan Teluk Persi. Hal ini memberikan dorongan kuat pada aktivitas perdagangan yang dibawa melalui pesisir Laut Merah antara Arab Selatan, Syiria dan Mesir.

Kaum Quraisy memperoleh keuntungan tertentu atas kafilah-kafilah dagang Arab lainnya, sebab seluruh suku di Arab menghormati mereka sebagai penjaga Ka'bah. Di samping itu, mereka merasa berhutang budi pada bangsa Arab atas pelayanan mereka secara sukarela dan kemurahan hati mereka selama musim Haji pada orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji.


Pada saat itu, mereka sama sekali tidak khawatir barang-barangnya akan dicuri. Suku-suku Arab dalam perja|anannya ke pusat perdagangan juga tidak dibebani pajak perjalanan yang berat maupun pajak perdagangan yang diminta dari kafilah lainnya. Karena itu, perdagangan mereka berkembang pesat dalam tahun-tahun tersebut. Karena alasan inilah maka keempat bersaudara tersebut terkenal sebagai para pedagang (Muttajirin) dan karena hubungan persahabatan yang mereka kembangkan dengan suku-suku dan negara-negara tetangga, maka mereka disebut ashab al-Aylab (para pemegang kesepakatan) atau The Holders of Covenent. 

Aktivitas perdagangan ini memberikan kesempatan luas pada kaum Quraisy untuk menjalin hubungan persahabatan dengan penduduk Syiria, Mesir, Irak, Iran, Yaman dan Ethiopia serta membuat mereka mampu mengadakan kontak langsung dengan budaya dan peradaban dari berbagai negara.

Lambat laun ini meningkatkan kadar pengetahuan, kecerdasan dan kearifan mereka sedemikian rupa sehingga tidak satu pun suku Arab yang mampu menandingi. Mereka melebihi semua suku Arab lainnya dalam bidang kekayaan dan kemakmuran, dan Makkah menjadi pusat perdagangan yang paling penting di semenanjung Arabia. Keuntungan besar lain, ada|ah 'naskah resmi' (Rasmul khath) yang dibawa dari Irak kelak akan dipergunakan untuk menulis aI-Qur'an.

Kitab Suci Al-Quran
Tidak seperti kaum Quraisy, suku-suku Arab lain tidak pandai membaca. Karena sejumlah alasan inilah Nabi saw. mengatakan bahwa kaum Quraisy adalah pemimpin bangsa (Musnad Ahmad. Hadits lain yang bersal dari Ali dikatakan bahwa Nabi peranah berkata: "Pada mulanya kepemimpinan bangsa Arab dipegang oleh suku Hamir, kemudian Alloh mengambilnya dari mereka dan memberikannya pada suku Quraisy” (Baihaqi).

Kekayaan dan kemakmuran kaum Quraisy terus berkembang melalui perdagangan hingga terjadi insiden 'pasukan tentara Gajah' (sepasukan tentara penyerbu) pada tahun ketika Nabi dilahirkan. Alloh telah menghancurkan mereka dengan suatu mukjizat melalui burung-burung yang kecil (105: 1-4) serta menyelamatkan kaum Quraisy dari kehancuran.

Selanjutnya, Alloh menetapkan kedudukan mereka dan meninggikan kemuliaan mereka-dalam pandangan suku-suku Arab Iain sebagai pelayan Ka‘bah. Pada masa ini perdagangan mereka telah mencapai kejayaan. Dan Nabi saw. mendapatkan keuntungan yang sangat besar darinya ketika memulai karirnya sebagai seorang pedagang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel